Kamis, 21 April 2011

Jamur Tiram untuk Antikolesterol


Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino esensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Tidak heran jika sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa dan digemari oleh banyak orang.

Secara turun-temurun masyarakat Jepang dan Cina sudah melengkapi menu makanannya dengan jamur. Bukan saja kelezatan rass, tetapi juga karena nilai gizinya yang tinggi. Orang Yunani kuno percaya bahwa dengan memakan jamur dapat menyebabkan seorang menjadi lebih kuat, sehat, berani dan perkasa. Fir’aun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, adalah salah seorang penghobi berat makanan jamur. Sakinng istimewanya, raja itu menyebut jamur sebagai makanan para dewa.

Kandungan Gizi
Jamur, tidak hanya menyedapkan, tetapi juga mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Komposisi kimia yang dikandungnya bergantung pada jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19 sampai 35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandung (13,2 persen), ia bekadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang lebih istimewa, 72 persen lemaknya adalah lemak tidak jenuh. Jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasi, dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K,P,Ca,Na,Mg, dan Cu. Kandungan serat ada sekitar 7,4 sampai 24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur juga dikenal mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam nicotinat, pantotenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran, yang terdiri atas protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Ca, Fe, Mg, Fosfor, K,S, dan Zn. Di Jepang, jamur tiram disebut hiratake dan dikenal sebagai jamur obat, dapat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol dan antioksidan.

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan : 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak, dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi, membantu pencernaan; antiviral dan antikanker;mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sains, Kementrian Industri Thailand, jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mempunyai kandungan protein 5.94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0.17 persen,   abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg vitamin C. jamur juga mengandung folic acid (asam folak) yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.

Antikolesterol
Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapt sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus; dapat meningkatkan system kekbalan tubuh; dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh berbagai jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polisakarida, dan khususnya adalah Beta-D-Glucans. Sebagai standarisasi produk dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus dan  P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasarkan sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik dapat menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).

Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki:perempuan= 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulannya, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dalam serum turun 12,6 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.

Beta-1,3/1-6 Glucansecara alami berasal dari polisakarida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta 1,3/1-6 Glucans diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polisakarida tinggi. Pleuran biasa digunakan untuk krim, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembapkan kulit, dan untuk anti-inflamasi. Percobaan terhadap 121 pasien berjerawat kronis, diberikan senyawa tersebut setiap hari selama 21 hari. Hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik dan 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center, www.glucan.com/therapy 2002).


Sumber :: Yudistira

1 komentar: